Senin, 07 Sep 2026 12:16 WIB

Lestarikan Budaya Jawa, 120 Pelajar Ikuti Lomba Menulis Aksara Jawa di Surabaya

SURABAYA, Jatimvote.com – Semangat melestarikan budaya Jawa digaungkan melalui lomba menulis aksara Jawa yang digelar di Masjid Kemayoran, Surabaya, Minggu (6/9/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Aksara Internasional tersebut diikuti sekitar 120 peserta dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

Kegiatan diselenggarakan Raja Padmi dari Paguyuban Pelestari Aksara Jawa dengan dukungan Pasopati Cakra Nusantara. Lomba tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan aksara Jawa kepada generasi muda sekaligus mendorong pelajar untuk mampu memahami dan mempraktikkannya.

KPAS Ki Bagus Mpu Batu yang turut meninjau pelaksanaan lomba mengapresiasi antusiasme peserta. Menurutnya, keterlibatan pelajar dari berbagai jenjang menunjukkan masih adanya kepedulian generasi muda terhadap keberadaan aksara Jawa.

“Peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 120 orang, dari tingkat SD, SMP sampai SMA. Ini menunjukkan bahwa masih ada generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian aksara Jawa,” ujar Ki Bagus Mpu Batu di sela kegiatan.

Ia mengatakan pelestarian budaya membutuhkan kegiatan nyata yang memungkinkan generasi muda berinteraksi langsung dengan warisan budaya. Menurutnya, kegiatan seperti lomba menulis dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal aksara Jawa secara lebih dekat.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai wujud menjaga dan melestarikan budaya aksara Jawa serta menciptakan generasi muda agar terus ikut berkiprah dalam kegiatan melestarikan budaya, khususnya aksara Jawa,” katanya.

Dorong Generasi Muda Bangga Budaya Jawa
Ki Bagus Mpu Batu menilai lomba menulis aksara Jawa juga dapat menjadi sarana menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri.

Menurutnya, perkembangan zaman dan derasnya arus budaya global membuat generasi muda membutuhkan ruang positif untuk mengenal kembali akar budaya, termasuk aksara Jawa yang menjadi bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Jawa.

Rangkaian perlombaan berlangsung dengan antusias. Para peserta dari jenjang SD, SMP hingga SMA mengikuti lomba menulis aksara Jawa sesuai kategori yang telah ditentukan panitia.

Setelah perlombaan selesai, penyerahan piala dilakukan oleh penyelenggara, Bapak Nanang dari Raja Padmi, bersama Sekretaris Takmir Masjid Kemayoran, KPAS Ki Bagus Mpu Batu.

Penyerahan penghargaan tersebut turut didampingi Bu Sri dari Pasopati Cakra Nusantara, Pak Ali Topan dari Kotaraja serta sejumlah panitia kegiatan.

Diharapkan Berlanjut di Jawa Timur
Menurut Ki Bagus Mpu Batu, apresiasi kepada peserta tidak semata-mata berkaitan dengan hasil perlombaan. Keberanian generasi muda untuk mempelajari dan menggunakan aksara Jawa dinilai menjadi bagian penting dari upaya pelestarian budaya.

Ia berharap lomba tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dan dapat kembali digelar secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas.

“Dengan harapan lomba menulis aksara Jawa tidak berhenti sampai di sini, namun diselenggarakan ke depannya untuk lomba menulis aksara Jawa bagi penggiat budaya di Jawa Timur,” tegasnya.

Dukungan Pasopati Cakra Nusantara dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara komunitas budaya, lembaga kemasyarakatan, lingkungan pendidikan, dan para penggiat budaya.

Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting agar aksara Jawa tidak hanya dipandang sebagai peninggalan sejarah, tetapi tetap hidup, dipelajari, dan digunakan oleh generasi berikutnya.

Peringatan Hari Aksara Internasional juga menjadi momentum untuk mengingat pentingnya kemampuan membaca dan menulis, termasuk keberadaan aksara tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya.

Melalui kegiatan lomba menulis aksara Jawa di Masjid Kemayoran, Surabaya, para penyelenggara berharap minat generasi muda terhadap aksara Jawa terus tumbuh dan menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya Jawa secara berkelanjutan.

Editor : Redaksi