Sampel Makanan dan Muntahan Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Diuji Lab, Hasil Cepat Diumumkan Hari Ini

Reporter : Redaksi
Pemeriksaan ini dilakukan guna mengungkap penyebab pasti insiden yang berdampak terhadap total 556 santri tersebut.

Jatimvote.com - Penyelidikan terkait insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Kabupaten Sidoarjo kini memasuki tahap uji laboratorium. Sampel makanan hingga spesimen muntahan korban telah dikirim dan tengah diperiksa secara intensif di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Surabaya.

Pemeriksaan ini dilakukan guna mengungkap penyebab pasti insiden yang berdampak terhadap total 556 santri tersebut.

Baca juga: Bupati Subandi Instruksikan Evakuasi Medis Cepat, 88 Korban Keracunan MBG Sidoarjo Masih Dirawat

Tiga Kotak Sampel Diterima Labkesmas
Kepala Balai Besar Labkesmas Surabaya, Wisnu Trianggono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima tiga kotak sampel dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo yang langsung ditindaklanjuti sejak Rabu pagi.

Ketiga kotak sampel tersebut meliputi:

  • Kotak Pertama: Berisi satu tray makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari bank sampel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
  • Kotak Kedua: Berisi spesimen muntahan yang diambil dari dua santri penerima program MBG.
  • Kotak Ketiga: Berisi dua ikat sayuran mentah jenis pakcoi.

“Proses unboxing dan penyiapan sampel telah dilakukan sejak Rabu pagi. Setelah itu, petugas langsung melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap spesimen,” ujar Wisnu.

Gunakan Parameter Mikrobiologi dan Kimia
Dalam proses analisisnya, Labkesmas Surabaya menerapkan dua parameter utama, yakni pengujian secara mikrobiologi dan kimia. Untuk parameter kimia, pengujian difokuskan secara spesifik pada kandungan nitrit yang diperkirakan rampung dalam waktu satu hingga dua hari.

Sementara itu, pada pengujian mikrobiologi, petugas memeriksa sekitar enam hingga tujuh jenis mikroorganisme. Guna mempercepat proses penanganan, laboratorium mempercepat empat parameter utama menggunakan metode express.

Empat mikroorganisme yang diuji dengan metode cepat tersebut meliputi:

Baca juga: BGN dan Forkopimda Sidoarjo Usut Tuntas Kasus Keracunan MBG yang Menimpa 500 Pelajar

  • Bacillus cereus
  • Staphylococcus aureus
  • Escherichia coli
  • Vibrio cholerae

“Untuk pemeriksaan mikrobiologi, ada enam sampai tujuh jenis mikroorganisme yang diperiksa. Saat ini empat parameter kami percepat dengan metode express,” jelas Wisnu.

Jika dalam kondisi normal pengujian tersebut memakan waktu sekitar dua hari, penerapan metode express ditargetkan sudah dapat menunjukkan hasil pengujiannya pada Kamis hari ini.

Kendati demikian, parameter mikrobiologi lainnya masih memerlukan waktu lebih panjang karena harus melewati tahapan penanaman sampel, inkubasi pertumbuhan, hingga identifikasi mikroorganisme.

Target Hasil Lengkap Keluar Senin
Secara keseluruhan, hasil akhir dari seluruh rangkaian pemeriksaan laboratorium ini ditargetkan paling lambat akan keluar pada Senin, 7 September 2026.

Wisnu memastikan bahwa hasil uji lab yang telah rampung nantinya tidak akan langsung dipublikasikan secara umum, melainkan diserahkan terlebih dahulu kepada instansi berwenang.

“Hasil pemeriksaan yang sudah selesai akan kami sampaikan terlebih dahulu kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur,” pungkas Wisnu.

Data laboratorium ini nantinya akan menjadi rujukan utama bagi tim investigasi untuk membedah faktor pemicu di balik kasus dugaan keracunan massal program MBG di Sidoarjo.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru