Jatimvote.com - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperbarui data penanganan korban dugaan keracunan massal yang bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, total warga terdampak yang tercatat oleh pemerintah daerah telah mencapai sekitar 551 orang.
Dari jumlah keseluruhan tersebut, sebanyak 88 orang di antaranya masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan bahwa angka ini merupakan data sementara dan masih berpotensi bertambah seiring penyisiran di lapangan.
Baca juga: BGN dan Forkopimda Sidoarjo Usut Tuntas Kasus Keracunan MBG yang Menimpa 500 Pelajar
“Kurang lebih yang data kita yang sudah masuk 551-an ya, cuma yang tidak pulang 88. Yang tidak tinggal dirawat itu tinggal 88,” ujar Bupati Subandi, Rabu (2/9/2026).
Tegaskan Korban Jangan Hanya Dirawat di Pondok
Di tengah proses pemantauan yang berjalan, Subandi memberikan instruksi tegas agar seluruh pihak tidak meremehkan gejala yang dialami para korban. Ia melarang keras para santri atau pelajar yang masih merasakan pusing dan mual untuk hanya berdiam diri di lingkungan pondok pesantren sambil menunggu pulih secara mandiri.
Pemerintah memastikan seluruh korban yang menunjukkan gejala gangguan pencernaan harus segera mendapatkan pertolongan medis profesional di fasilitas kesehatan.
“Yang penting pasien ini segera ditangani, itu aja. Nanti kalau di pondok, kasihan anak-anak kita yang hari ini perutnya masih mual, pusing, dan lain-lain, agar segera penanganan rumah sakit,” tegasnya.
Kerahkan Dinas Kesehatan dan Pendidikan
Lonjakan kasus ini tidak hanya terpusat pada satu titik lembaga pendidikan, melainkan turut meluas ke sejumlah sekolah lain yang ikut melaporkan keluhan serupa usai menyantap paket menu MBG.
Menanggapi hal tersebut, Subandi memastikan jajaran eksekutif telah bergerak sigap. Ia telah memerintahkan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk siaga penuh memantau serta menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dari berbagai titik lokasi.
“Ini sudah semua, sudah terdata semuanya. Tadi sudah kita perintahkan Kadinkes, Dinas Pendidikan, terus memantau yang kira-kira yang mual-mual kemarin ada pelaporan ke kita, ini sudah ditangani semuanya,” pungkas Bupati Subandi.
Editor : Redaksi