Jumat, 02 Okt 2026 17:18 WIB

EAZI Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Efisiensi Pelayanan Kapal di Tanjung Perak

Evaluasi penerapan EAZI dilakukan TTL bersama sejumlah pemangku kepentingan kepelabuhanan Tanjung Perak pada Kamis (1/10/2026).
Evaluasi penerapan EAZI dilakukan TTL bersama sejumlah pemangku kepentingan kepelabuhanan Tanjung Perak pada Kamis (1/10/2026).

Jatimvote.com – Penerapan Zona EAZI (Express Anchorage Zone Service) di Terminal Teluk Lamong (TTL), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, terus dievaluasi untuk meningkatkan efisiensi dan kepastian pelayanan kapal. Hingga Agustus 2026, penerapan EAZI di TPK Nilam telah melayani 176 kapal dengan rata-rata waktu ship-to-ship (STS) 2 jam 53 menit.

Penerapan Zona EAZI juga diikuti peningkatan rata-rata jumlah kapal yang masuk dermaga TPK Nilam, dari 14 menjadi 17 kapal. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 21,4 persen.

Evaluasi penerapan EAZI dilakukan TTL bersama sejumlah pemangku kepentingan kepelabuhanan Tanjung Perak pada Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, Regional 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), serta PT Pelindo Jasa Maritim.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David Pandapotan Sirait mengatakan percepatan pelayanan kapal membutuhkan sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan kepelabuhanan.

“TTL bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pelayanan kapal melalui kolaborasi yang kuat guna menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, aman, reliabel, dan kompetitif,” ujar David Sirait.

TPK Berlian Catat Rata-Rata STS 2 Jam 24 Menit
Selain TPK Nilam, penerapan Zona EAZI juga diuji coba di TPK Berlian. Selama periode 4–31 Agustus 2026, sebanyak 16 kapal tercatat mendapatkan pelayanan dengan rata-rata waktu STS 2 jam 24 menit.

Hasil tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan menuju target waktu STS dua jam. Penerapan EAZI juga diarahkan untuk mengoptimalkan proses pergantian kapal di tambatan.

Dalam evaluasi tersebut, STS merupakan ship-to-ship berth changeover, yaitu waktu pergantian kapal pada satu tambatan yang sama. Perhitungan dilakukan sejak last line kapal sebelumnya hingga first line kapal berikutnya.

Kolaborasi Jadi Fokus Evaluasi Pelayanan Kapal
Group Head Pelayanan Kapal PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Santoso mengatakan evaluasi secara berkelanjutan diperlukan untuk memastikan setiap pengembangan layanan memberikan manfaat kepada pengguna jasa.

“Kolaborasi antarpemangku kepentingan merupakan suatu keniscayaan untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna jasa. Evaluasi secara berkelanjutan penting dilakukan agar setiap improvement yang diterapkan benar-benar mampu meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pengalaman terbaik bagi customer TTL,” jelas Santoso.

TTL selanjutnya mendorong integrasi perencanaan tambat dengan Zona EAZI. Langkah tersebut didukung pemantauan perencanaan dan realisasi tambat secara real time serta penguatan sistem Berthing Management.

Penguatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kepastian pelayanan sekaligus mengoptimalkan penggunaan fasilitas tambatan.

KSOP Tanjung Perak Apresiasi Evaluasi EAZI
Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak Agustinus Maun mengapresiasi langkah TTL dalam menyelenggarakan evaluasi bersama pelayanan kapal dan penerapan Zona EAZI.

“Terima kasih kepada PT Terminal Teluk Lamong yang telah menyelenggarakan kegiatan evaluasi ini. Implementasi EAZI telah memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan layanan kapal. Kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi pengguna jasa,” ujar Agustinus.

Menurutnya, sinergi antarpemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga peningkatan kualitas pelayanan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak.

BESTI Dikembangkan untuk Integrasi Digital
Upaya meningkatkan efisiensi pelayanan kapal juga dilakukan TTL melalui pengembangan BESTI (Berth Allocation Efficiency & Support Terminal Integration).

Aplikasi tersebut dikembangkan untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan tambatan kapal secara terintegrasi.

Ke depan, BESTI akan dikembangkan agar dapat terhubung dengan PHINISI, Inaportnet, dan Zona EAZI. Integrasi tersebut diharapkan membuat pertukaran informasi serta proses perencanaan dan realisasi pelayanan kapal berlangsung secara lebih terpadu dan real time.

Melalui penerapan EAZI, penguatan Berthing Management, dan pengembangan sistem digital BESTI, TTL bersama para pemangku kepentingan terus mendorong peningkatan efisiensi pelayanan kapal di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.

Editor : Redaksi